Langsung ke konten utama

Mekanika dan Aerodinamika tentang Mekanika gerak Kendaraan


Mekanika dan Aerodinamika
                                                             Pertemuan 4


Materi Pertemuan 4

1). Pendahuluan
Untuk mempelajari lebih jauh tentang Mekanika Gerak Kendaraan, terutama jika ingin mengetahui karakteristik kemampuan atau daya guna kendaraan, maka yang pertama perlu diketahui adalah bagaimana kemampuan kendaraan tersebut melakukan akselerasi (percepatan ) dan kemampuannya mengatasi berbagai hambatan gerakan di jalan yang bervariasi serta gaya jejaknya. Sehubungan dengan kepentingan tersebut, maka pada kegiatan belajar ini akan diuraikan secara jelas bagaimana menghitung besarnya gaya jejak maksimum pada kendaraan khususnya kendaraan dua poros (kendaran penumpang), tentu saja disertai kajian – kajian yang mendasari perhitungan gaya jejak tersebut.

2). Persamaan Gerak


Gaya-gaya luar utama yang bekerja pada kendaraan penumpang dapat dilihat pada Gambar 1 . Dari gambar 1 tampak bahwa pada arah memanjang (longitudinal) kendaraan gaya-gaya tersebut maliputi: tahanan aerodinamika (Ra), tahanan gelinding roda depan (Rrf ), tahanan gelinding roda belakang ( Rrr), beban drawbar (Rd) , tahanan tanjakan Rg (atau W sin θ), dan gaya-gaya jejak pada roda depan (Ff) dan roda belakang (Fr).
Untuk kendaraan dengan penggerak roda depan harga Fr adalah nol sebaliknya untuk penggerak roda belakang Ff berharga nol . Adapun persamaan gerak yang berlaku pada sumbu memanjang kendaraan (X) adalah:








 




dalam hal ini                atau a adalah percepatan linier kendaraan, sedangkan g adalah

percepatan grafitasi bumi, m dan W masing- masing adalah massa dan berat kendaraan.
Dengan memasukkan konsep gaya inersia maka persamaan di atas dapat ditulis menjadi:
Ff + Fr – (Ra + Rrf + Rrr + Rd + Rg + W.a/g ) = 0
Jika Ff + Fr = F dan Rrf + Rrr = Rr maka diperoleh :
F = Ra + Rr + Rd + Rg + W.a/g

Sebenarnya untuk menentukan gaya jejak maksimum pada kendaraan penumpang ada dua faktor yang perlu ditinjau, yaitu pertama: koefisien adhesi ban dengan jalan, gaya/beban normal pada poros-poros kendaraan, dan kedua adalah: karakteristik perencanaan tenaga dan transmisi kendaraan namun faktor kedua ditangguhkan dulu pembahasannya.

3). Beban Normal pada Poros Kendaraan Penumpang
Untuk memprediksi gaya jejak maksimum yang diperlukan untuk menjalankan kendaraan maka terlebih dahulu harus sudah diketahui gaya-gaya atau beban normal yang ditahan oleh setiap poros kendaraan. Beban normal pada poros kendaraan dapat dihitung dengan memperhatikan momen yang bekerja pada titik kontak kedua ban dengan jalan (titik A dan B ).


Momen di titik A (Σ MA = 0)
Wf.L – W.l2.cos θ + Ra. ha + (W.a/g).h + Rd.hd + W.h.sin θ = 0


Tanda (–) diberikan pada W.h sin θ ketika kendaraan menanjak, sebaliknya tanda (+) jika menurun.
Selanjutnya dengan cara yang sama untuk momen di titik B diperoleh persamaan untuk menentukan besarnya Wr :
Momen di titik B ( Σ MB = 0 )
Wr.L – W.l1.cos θ – Ra. ha – (W.a/g).h – Rd.hd + W.h.sin θ = 0


Pada rumus ini tanda (+) diberikan pada W.h.sin θ ketika kendaraan menanjak, sebaliknya tanda (–) jika menurun.
Jika mobil berjalan pada jalan mendatar (θ = 0) maka harga cos θ = 1 dan sin θ = 0. Untuk kendaraan penumpang biasanya harga dari ha dan hd mendekati h (ha ≈ hd ≈ h), maka persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi:



Telah diketahui sebelumnya bahwa F = Ra + Rr + Rd + Rg + W.a/g
Untuk jalan mendatar Rg = 0  maka F = Ra + Rr + Rd + W.a/g
Dengan substitusi F pada Wf dan Wr maka didapat besarnya beban normal pada setiap poros kendaraan penumpang (untuk jalan mendatar ) adalah:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Essay & Objektif Bimbingan dan Konseling Beserta Jawaban

SOAL ESSAY & OBJEKTIF Tugas ke-4: A.     SOAL ESSAY 1.       Apakah yang harus dilakukan Konselor/Guru BK untuk mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik itu sendiri? Jawab: Yang   harus dilakukan Konselor/Guru BK adalah mengenali dan memahami keunikan setiap peserta didik dengan berbagai kekuatan, kelemahan, dan permasalahannya. 2.       Jelaskan akibat yang ditimbulkan dari adanya faktor-faktor negatif pada diri individu? Jawab: Faktor-faktor yang pengaruhnya negatif akan menimbulkan hambatan-hambatan terhadap kelangsungan perkembangan dan kehidupan individu yang akhirnya menimbulkan masalah tertentu pada diri individu. Masalah-masalah yang timbul seribu satu macam dan sangat bervariasi, baik dalam jenis dan intensitasnya. 3.       Sebutkan prinsip BK berkaitan dengan pengorganisasian (minimal 3 buah)? Jawab: 1)...

Makalah Transmisi Otomatis

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang             Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang menjadi penghantar energidari mesin ke diferensial dan as. Dengan memutar as, roda dapat berputar danmenggerakkan mobil.Transmisi diperlukan karena mesin pembakaran yang umumnya digunakan dalammobil merupakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan putaran (rotasi) antara600 sampai 6000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan rotasi antara 0 sampai2500 rpm.Sekarang ini, terdapat dua sistem transmisi yang umum, yaitu transmisi manualdan transmisi otomatis. Terdapat juga sistem-sistem transmisi yang merupakan gabunganantara kedua sistem tersebut, namun ini merupakan perkembangan terakhir yang barudapat ditemukan pada mobil-mobil berteknologi tinggi dan merek-merek tertentu saja.Transmisi manual merupakan salah satu jenis transmisi yang banyak dipergunakan dengan alasan perawatan yang lebih mudah.  ...

Manusia, Keragaman dan Kesetaraan

BAB I PENDAHULUAN 1.1        Latar Belakang “Manusia, Keragaman dan Kesetaraan” yakni dapat menyadarkan kepada manusia bahwa keragaman merupakan keniscayaan hidup manusia, termasuk di Indonesia. Dalam paham multikulturalisme, kesederajadan, dan atau kesetaraan sangat dihargai untuk semua budaya yang ada dalam masyarakat. Paham ini sebetulnya merupakan bentuk akomodasi dari budaya arus utama (besar) terhadap munculnya budaya-budaya kecil yang datang dari berbagai kelompok. Itulah sebabnya, penting sekarang ini membahas keragaman dan kesetaraan dalam hidup manusia. Untuk konteks Indonesia sebagai masyarakat majemuk, sehubungan dengan pentingnya ketiga hal tersebut : manusia, keragaman, dan kesetaraan, tatkala berbicara tentang keragaman, hal itu mesthi dikaitkan dengan kesetaraan. Mengapa? Karena keragaman tanpa kesetaraan akan memunculkan diskriminasi : kelompok etnis yang satu bisa memperoleh lebih dibanding yang lain; atau kelompok umur ...