TUGAS TEKNIK PENGONDIAN UDARA LENGKAP
1.
Cara kerja system AC Mobil : Thermal
Expansion Block Valve, Serpentine Condenser,
Serpertine Evaporato.
Pada
saat AC hidup,Kompresor akan mensirkulasikan refrigerant ke semua system.Kompresor akan
mengalirkan refrigerant dalam bentuk Gas/uap bersuhu 70 derajat Celcius dan
bertekanan tinggi ke kondenser yang kemudian dimampatkan di condenser (
Serpentine condenser)
Di
bagian kondenser
ini refrigent yang
dimampatkan akan berubah bentuk dari refrigerant
fase gas/uap menjadi refrigerant bentuk
cair.Panas
yang dihasilkan refrigerant dipindahkan ke udara di luar pipa kondensor. Agar
proses kondensasi lebih efektif, digunakan kipas (fan) yang dapat mengembuskan
udara luar tepat di permukaan pipa kondensor. Dengan begitu, panas pada
refrigerant dapat dengan mudah dipindahkan ke udara luar. Setelah melalui
proses kondensasi, refrigerant menjadi wujud cair yang bertemperatur lebih
rendah, tetapi tekanan refrigerant masih tinggi.Setelah refrigerant lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari bentuk uap ke bentuk
cair,maka refrigerant
dalam bentuk cair dengan suhu 60 drajat celcius dan bertekanan tinggi dialirkan
ke Filter drier receiver.
Dibagian
Filter drier receiver refrigerant akan disaring untuk membersihkan nya dari
kotoran dan untuk mengendapkan uap air yang terkandung dalam
refrigerant,sehingga refrigerant yang mengalir dari receiver drier ke Thermal
expansion valve berbentuk cair.Dari
receiver drier refrigerant dalam bentuk cair dengan suhu 60 drajat celcius dan
tekanan tinggi di alirkan ke Thermal expansion block valve.
Di
dalam katup ekspansi, terjadi proses penurunan tekanan yang rendah. Selain itu,
katup ekspansi juga berfungsi mengontrol aliran refrigerant di antara dua sisi
tekanan yang berbeda, yaitu tekanan tinggi dan rendah. Selanjutnya, refrigerant
cair yang memiliki suhu dan tekanan rendah dialirkan menuju ke evaporator
Dimulai ketika refrigerant akan masuk ke dalam
evaporator. Dalam keadaan ini, refrigerant berwujud cair, bertemperatur rendah,
dan bertekanan rendah. Kondisi refrigerant semacam ini dimanfaatkan untuk
mendinginkan udara luar yang melewati permukaan evaporator. Agar lebih efektif
mendinginkan udara ruangan, digunakan blower (indoor) untuk mengatur sirkulasi
udara agar melewati evaporator.
akibatnya secara cepat tekanan turun, refrigerant mulai menguap dan selanjutnya
menyerap panas dari udara yang sirkulasikan oleh blower melewati fin-fin
pendingin pada evaporator ( serpentine evaporator) , sehingga udara dingin.
2. Cara
Kerja Pengkondisian Udara, A/C System with: Expansion Valve, Parallel
Flow Condenser, Plate and Fin Evaporator
Pada
saat AC hidup,Kompresor akan mensirkulasikan refrigerant ke semua system. Kompresor akan
mengalirkan refrigerant dalam bentuk Gas/uap bersuhu 70 derajat Celcius dan
bertekanan tinggi ke kondenser yang kemudian dimampatkan di condenser (Parallel
flow Condenser).Setelah tekanan dan suhu refrigerant diubah, selanjutnya
refrigerant dipompa dan dialirkan menuju ke kondensor. kondensor Berdasarkan
bentuk pipanya, konstruksi pipa-pipa kondensor ada yang dibuat bulat,pipa itu
dilengkungkan secara pararel dari awal sampai keluarnya zat pendingin menuju
saringan
Dimulai
ketika refrigerant meninggalkan kompresor. Refrigerant berwujud gas yang
bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan menuju kondensor. Di dalam
kondensor, wujud gas refrigerant berubah menjadi wujud cair. Panas yang
dihasilkan refrigerant dipindahkan ke udara di luar pipa kondensor. Agar proses
kondensasi lebih efektif, digunakan kipas (fan) yang dapat mengembuskan udara
luar tepat di permukaan pipa kondensor. Dengan begitu, panas pada refrigerant
dapat dengan mudah dipindahkan ke udara luar. Setelah melalui proses
kondensasi, refrigerant menjadi wujud cair yang bertemperatur lebih rendah,
tetapi tekanan refrigerant masih tinggi
Setelah refrigerant lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari bentuk uap ke bentuk
cair,maka refrigerant
dalam bentuk cair dengan suhu 60 drajat celcius dan bertekanan tinggi dialirkan
ke Filter drier reciever,
Dibagian Filter drier receiver refrigerant akan
disaring untuk membersihkan nya dari kotoran dan untuk mengendapkan uap air
yang terkandung dalam refrigerant,sehingga refrigerant yang mengalir dari
receiver drier ke Thermal expansion valve berbentuk cair. Selanjutnya,
refrigerant dialirkan menuju ke Receiver
drier merupakan tabung penyimpan refrigerant cair, dan ia juga berisikan
fiber dan desiccant (bahan pengering) untuk menyaring benda-benda asing dan uap
air dari sirkulasi refrigerant. Receiver-drier menerima cairan refrigerant
bertekanan tinggi dari condenser dan disalurkan ke expansion valve, Expansion
valve berfungsi untuk menginjeksikan refrigerant cair melalui orifice (lubang
kecil) agar menjadi kabut yang tekanan dan temperaturnya rendah. Expansion
valve akan mengatur jumlah refrigerant yang diuapkan di evaporator
Dari expansion valve refrigerant di alirkan ke dalam
evaporator (wujud refrigerant sebelum di ekspansi 100% berbentuk cair),
akibatnya secara cepat tekanan turun, refrigerant mulai menguap dan selanjutnya
menyerap panas dari udara yang sirkulasikan oleh blower melewati plate dan
fin-fin pendingin pada evaporator (Plate and Fin evaporator), sehingga udara
dingin.
3. Cara
Kerja system AC mobil : Orifice tube, Accumulator, Parallel flow Condenser,
Plate and fin evaporator
Pada
saat AC hidup,Kompresor akan mensirkulasikan refrigerant ke semua system. Kompresor akan
mengalirkan refrigerant dalam bentuk Gas/uap bersuhu 70 derajat Celcius dan
bertekanan tinggi ke kondenser yang kemudian dimampatkan di condenser (Parallel
flow Condenser). Setelah tekanan dan suhu refrigerant diubah, selanjutnya
refrigerant dipompa dan dialirkan menuju ke kondensor. kondensor Berdasarkan
bentuk pipanya, konstruksi pipa-pipa kondensor ada yang dibuat bulat,pipa itu
dilengkungkan secara pararel dari awal sampai keluarnya zat pendingin menuju
saringan. Untuk memperluas permukaan pendingin diantara pipa yang dilengkungkan
itu diberi kisi-kisi (fin) pendingin supaya pendinginan lebih sempurna (panas
diserap oleh kisi pendingin). Sehingga kondensasi & perubahan bentuk zat
pendinginan dari gas menjadi cair akan terjadi.
Di bagian condenser
ini refrigent yang
dimampatkan akan berubah bentuk dari refrigerant
fase gas/uap menjadi refrigerant bentuk
cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung di dalam refrigent,jadi
pada condenser terjadi pelepasan kalor yang terkandung di dalam refrigerant
Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipa-pipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipa- pipa
evaporator.Setelah refrigerant lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari bentuk
uap
ke bentuk cair,maka refrigerant dalam bentuk cair dengan suhu 60
drajat celcius dan bertekanan tinggi dialirkan ke Orifice tube.
Sementara untuk pengkondisian udara
yang menggunakan orifice-tube, fungsi receiver-drier digantikan oleh
accumulator. Berbeda dengan katup
ekspansi termostatik, katup ekspansi pipa orifice hanya berfungsi menurunkan
tekanan refrigerant dan tidak mengatur jumlah aliran refrigerant ke evaporator.
Oleh karena itu, pada system AC yang menggunakan katup jenis ini, di saluran
sebelum masuk evaporator di pasang akumulator yang berfungsi untuk menampung
sementara refrigerant sebelum masuk evaporator.
Dari Evaporator refrigerant (gas) yg bercampur
dengan refrigeran cair dan juga pelumas yang terbawa sirkulasi dalam sistem
masuk ke inlet Accumulator. Pada saat masuk ke Accumulator kecepatan aliran
refrigeran turun dengan tiba-tiba sehingga pelumas dan refrigeran cair yg berat
jenisnya lebih besar dari refrigeran dalam bentuk gas akan turun ke bagian
bawah Accumulator. Sementara refrigeran dalam bentuk gas akan langsung masuk ke
bagian pipa outlet Accumulator
Dibagian bawah pipa outlet Accumulator terdapat
sebuah lubang (bleed hole) ada yang dilengkapi filter ada juga yg tidak.
Melalui bleed hole inilah refrigeran cair dan pelumas yg terperangkap di bawah,
ikut kembali terbawa masuk ke pipa keluar dari Accumulator. Agar lebih efektif
mendinginkan udara ruangan, digunakan blower (indoor) untuk mengatur sirkulasi
udara agar melewati evaporator. Proses yang terjadi dibalik proses pendinginan
udara ruangan adalah proses penangkapan panas (kalor) dengan refrigerant yang
mengalir ke dalam evaporator. Karena juga menyerap panas udara di dalam
ruangan, refrigerant akan mengalir menuju ke kompresor. Proses ini terjadi
berulang dan terus-menerus sampai suhu atau temperatur ruangan sesuai dengan
keinginan
4. Cara
kerja system AC Mobil : Externally Equalized Expansion Valves , Serpentine
Condenser in seris, Serpertine Evaporato in parallel, Electrical
refrigerant flow shut off valves
Pada
saat AC hidup,Kompresor akan mensirkulasikan refrigerant ke semua system. Kompresor akan
mengalirkan refrigerant dalam bentuk Gas/uap bersuhu 70 derajat Celcius dan
bertekanan tinggi ke kondenser yang kemudian dimampatkan di Condenser (
serpentine condenser in series )
Dimulai ketika refrigerant meninggalkan kondensor.
Refrigerant berwujud gas yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan
menuju kondensor. Di dalam kondensor, wujud gas refrigerant berubah menjadi
wujud cair. Panas yang dihasilkan refrigerant dipindahkan ke udara di luar pipa
kondensor. Agar proses kondensasi lebih efektif, digunakan kipas (fan) yang
dapat mengembuskan udara luar tepat di permukaan pipa kondensor. Dengan begitu,
panas pada refrigerant dapat dengan mudah dipindahkan ke udara luar. Setelah
melalui proses kondensasi, refrigerant menjadi wujud cair yang bertemperatur
lebih rendah, tetapi tekanan refrigerant masih tinggi
Setelah refrigerant lewat condenser 1 dan 2 dan melepaskan kalor penguapan dari bentuk
uap
ke bentuk cair,maka refrigerant dalam bentuk cair dengan suhu 60
drajat celcius dan bertekanan tinggi dialirkan ke Filter drier
receiver.Dibagian Filter drier receiver refrigerant akan disaring untuk
membersihkan nya dari kotoran dan untuk mengendapkan uap air yang terkandung
dalam refrigerant,sehingga refrigerant yang mengalir dari receiver drier ke
Thermal expansion valve berbentuk cair.
Di alirkan ke front elictrical shut off valves dan rear
electrical shut off valves, Dimana
pada Electical shut off valve ini aliran fluida dapat di hentikan oleh katup
yang dikontrol secara elektris,untuk
dapat menghentikan aliran refrigerant maka katup akan menutup yang
dikontrol secara elektris, sehingga tidak ada aliran refrigerant yang melalui
electrical shut off valves.
Dari front elictrical shut off valves refrigerant
dialirkan ke front Externally Equalized Expansion Valves, dan refrigerantn dari
rear elictrical shut off valves dialirkan ke rear Externally Equalized Expansion Valves Pada
Externally Equalized Expansion Valves jumlah aliran refrigerant diatur,yaitu
ketika gas didalam evaporator stabil, maka tekanan gas dalam pompa kapiler (Pf)
diimbangi oleh tekanan gas didalam evaporator (Pe) dan tekanan spring (Ps),
pembukaan katup menjadi stasioner dan refrigerant mengalir tetap.
Dimulai ketika refrigerant akan masuk ke dalam
evaporator. Dalam keadaan ini, refrigerant berwujud cair, bertemperatur rendah,
dan bertekanan rendah. Kondisi refrigerant semacam ini dimanfaatkan untuk
mendinginkan udara luar yang melewati permukaan evaporator. Agar lebih efektif
mendinginkan udara ruangan, digunakan blower (indoor) untuk mengatur sirkulasi
udara agar melewati evaporator. Proses yang terjadi dibalik proses pendinginan
udara ruangan adalah proses penangkapan panas (kalor) dengan refrigerant yang
mengalir ke dalam evaporator. Karena juga menyerap panas udara di dalam
ruangan, refrigerant akan mengalir menuju ke kompresor. Proses ini terjadi
berulang dan terus-menerus sampai suhu atau temperatur ruangan sesuai dengan
keinginan.
Komentar
Posting Komentar