PENDAHULUAN
Bimbingan
dan konseling pada dasarnya merupakan upaya bantuan untuk mewujudkan
perkembangan manusia secara optimal baik secara kelompok maupun
individualsesuai dengan hakikat kemanusiaaan dengan berbagai potensi.Sesuai
dengan argumen di atas kami akan mencoba mempelajari atau menyajikan apa yang
kami pelajari dalam bentuk sebuah makalah yang meliputi pengertian, fungsi dan
tujuannya.
BAB II
PEMBAHASAN
TUJUAN DAN FUNGSI BIMBINGAN KONSELING
- Tujuan Binbingan dan Konseling
Sebagaimana
yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu bahwa bimbingan dan konseling
menempati bidang dan pelayanan pribadi dalam keseluruhan proses dan kegiatan
pendidikan.
Bimbingan
dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan
dan kelemahan dirinya sendiri. Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan
konseling diberikan kepada siswa dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan
pribadi, mengenali lingkungan dan merencanakan masa depan.
Bimbingan
dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan
dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis
sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut.[1]
Sejalan
dengan perkembangannya konsepsi bimbingan dan konseling maka tujuan bimbingan
dan konselingpun mengalami perubahan dari yang sederhana sampai ke yang lebih
konprehensif yaitu:
- Menurut Hamrin & Cliford, ialah untuk membantu individu membuat pilihan penyesuaian-penyesuaian interpretasi dalam hubungannya dengan situasi-situasi tertentu
- Bradshow untuk memperkuat fungsi-fungsi pendidikan
- Tiedeman untuk membantu menjadi insan yang berguna tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan-kegiatan yang berguna saja dengan proses
Dengan
proses konseling dapat:
- Mendapat dukungan selagi klien mendapatkan segenap kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.
- Memperoleh wawasan baru yang lebih segar tentang berbagai alternative, pandangan dan pemahaman-pemahaman, serta keterampilan-keterampilan baru
- Menghadapi ketakutan-ketakutan sendiri; mencapai kemampuan untuk mengambil keputusan dan keberanian untuk melaksanakan kemampuan untuk mengambil resiko yang mungkin ada dalam proses mencapai tujuan-tujuan yang dikehendaki
Tujuan
konseling dapat terentang dari sekedar klien mengikuti kemauan-kemauan konselor
sampai kepada masalah pengambilan keputusan, pengembangan kesadaran,
pengembangan pribadi, penyembuhan dan penerimaan diri sendiri.
Menurut
Thompson & Rudolph, 1983 Bimbingan dan konseling bertujuan agar klien:
- Mengikuti kemauan-kemauan/saran-saran konselor
- Mengadakan perubahan tingkah laku secara positif
- Melakukan pemecahan masalah
- Melakukan pengambilan keputusan, pengembangan kesadaran dan pengembangan pribadi
- Mengembangkan penerimaan diri
- Memberikan pengukuhan.
Adapun
tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu
memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan
predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya),
barbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan,
status social ekonomi) serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya.
Dalam kaitan
ini, bimbingan dan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna
dalam kehidupan yang memiliki berbagai wawasan, pendangan, interpretasi,
pilihan, penyesuaian dan ketermpilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri
dan lingkungannya. Insan seperti itu adalah insan yang mandiri yang memiliki
kemampuan untuk memahami diri sendiri dan lingkungannya secara tepat dan
objektif, menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis,
maupun mengambil keputusan secara tepat dan bijaksana, mengarahkan diri sendiri
sesuai dengan keputusan yang diambilnya itu, serta akhirnya mampu mewujudkan
diri sendiri secara optimal.
Adapun
tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum tersebut
yang dikaitkan secara langsung dari permasalahan yang dialami oleh individu
yang bersangkutan, sesuai dengan konpleksitas permasalahannya itu.
Masalah-masalah individu berbagai macam ragam jenis, intensitas, dan sangkut
pautnya, serta masing-masing bersifat unik.
Oleh karena
itu tujuan khusus bimbingan konseling untuk masing-masing individu bersifat
unik pula. Tujuan bimbingan dan konseling untuk seorang individu berbeda dari
(dan tidak boleh disamakan dengan) tujuan bimbingan dan konseling untuk
individu lainnya.
- Fungsi Bimbingan dan Konseling
Fungsi
bimbingan dan konseling secara umum adalah sebagai fasilitator dan motivator
client dalm upaya mengatasi dan mencegah problema kehidupan client dengan
kemampuan yang ada pada diri sendiri.[2]Sesuai dengan uraian sebelumnya
bahwa bimbingan dan konseling bertujuan agar peserta didik dapat menemukan
dirinya, mengenal dirinya dan mampu merencanakan masa depannya.
Dalam
hubungan ini bimbingan dan konseling berfungsi sebagai pemberi layanan kepada
preseta didik agar masing-masing peserta didik dapat berkembang secara optimal
sehingga menjadi pribadi yang utuh dan mandiri oleh karna itu pelayanan
bimbingan dan konseling mengembangkan sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi
melalui kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut adalah
1. Fungsi pemahaman
Yaitu fungsi
bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang suatu oleh
pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan dan perkembangan peserta didik.
Fungsi pemahaman ini meliputi:
- Pemahaman tentang diri peserta didik sendiri terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru pembimbing.
- Pemahaman tentang lingkungan peserta didik termasuk dalam lingkungan keluarga dan sekolah terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru pembimbing.
- Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk didalamnya informasi pendidikan, informasi jabatan, perkerjaan dan informasi social dan budaya atau nilai-nilai) terutama oleh peserta didik.
2. Fungsi pencegahan
1. Pengertian
Pencegahan didefinisikan sebagai upaya mempengaruhi dengan cara yang positif
dan bijaksana lingkungan yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian sebelum
kesulitan atau kerugian itu benar-benar terjadi.fungsi bimbingan dan konseling
yang akan menghasilkan pencegahannya atau terhindarnya peserta didik dari
berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat menggangu, menghambat
ataupun menimbulkan kesulitan kurugian-kerugian tertentu dalam proses
perkembangannya.[3]
2. Upaya pencegahan
Secara operasional konselor perlu menampilkan kegiatan dalam rangka pelaksanaan
fungsi pencagahan
- Identifikasi pemesalahan yang mungkin timbul
- Mengindentifikasi dan menganalisis sumber-sumber penyebab tinbulnya masalah-masalah
- Mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat membantu pencegahan masalah tersebut
- Menyusun rencana program pencegahan
- Pelaksanaan dan monitoring
- Evaluasi dan laporan[4]
3. Fungsi pengentasan
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling pemberian label atau berasumsi bahwa
peserta didik atau klien adalah orang sakit atau rusak sama sekali tidak boleh
dilakukan.
Melalui fungsi pengentasan ini pelayan bimbingan dan konseling dapat mengatasi
berbagai masalah yang dialami oleh peserta didik.
4. Fungsi Pemeliharaan
dan Pengembangan
Adalah fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya dan
terkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka
perkembangan dirinya secara terarah mantap dan berkelanjutan.
5. Fungsi Advokasi
Fungsi advokasi yanitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
teradvokasi atau pembelaan terhadap peserta didik dalam rangka upaya
pengembangan seluruh potensi secara optimal.
Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis
ayanan dan kegiatan bimbingan dan di dalam masing-masing fungsi tersebut.
Setiap layanan dan kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan harus secara
langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil-hasil
yang hendak dicapainya jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi.
Secara keseluruhan, jika semua fungsi-fungsi itu telah terlaksana dengan baik,
dapatlah bahwa pesert didik akan mampu berkembang secara optimal pula.
Keterpaduan semua fungsi tersebut akan sangat membantu perkembangan peserta
didik secara terpada pula.[5]
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Bimbingan
dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan
dan kelemahan dirinya sendiri. Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan
konseling diberikan kepada siswa dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan
pribadi, mengenali lingkungan dan merencanakan masa depan.
Fungsi
Bimbingan dan Konseling
a. Fungsi
pemahaman
b. Fungsi
pencegahan
c. Fungsi
pengentasan
b. Saran
Makalah ini
yang berjudul tujuan dan fungsi bimbingan dan konseling tentu tidak luput dari
kekurangan karena tidak sempurnanya kita sebagai manusia, maka untuk itu untuk
memperlancar makalah di masa yang akan datang kami mengharapkan saran terutama
dari dosen pembimbing dan dari teman-teman.
DAFTAR PUSTAKA
A, Hallen, Bimbingan
dan Konseling, Ciputat Perss; Jakarta : 2002
Arifin M, Teori-Teori
Konseliang, Umum Dan Agama, Jakarta, PT Golden Terayon Press: 1996
Dewa Ketut
Sukardi, Bimbingan dan Konseling, Jakarta, Bina Aksara : 1988
Mcleod John,
Pengantar Konseling Teori Studi Kasus, Jakarta, Kencana Prenada Media:
2006
Prayitno,
Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta, Rineka Cipta,
2004,
Komentar
Posting Komentar